“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Kehadiran buku ini merupakan sebuah ikhtiar intelektual untuk memetakan dinamika sejarah yang tidak lagi terkurung dalam ruang-ruang kelas, arsip statis, maupun narasi hegemoni penguasa. Sejarah memainkan peran pada ranah publik yang dinamis. Melalui perspektif “sejarah dari bawah” atau history from below, karya ini berupaya merekam dan menampilkan sudut pandang kelompok-kelompok subordinat yang memiliki perspektif dan pengalaman yang sering kali terpinggirkan dari narasi historiografi resmi. Dalam konteks ini, sejarah dipahami sebagai sebuah entitas yang hidup dan dimiliki oleh masyarakat, di mana setiap individu memiliki peran aktif dalam memproduksi serta menyebarkan memori masa lalu yang relevan dengan realitas kehidupan mereka saat ini.
Urgensi dari pemikiran tersebut didorong oleh perubahan dalam cara bagaimana sejarah dikonsumsi di era digital. Saat ini, platform media sosial dan saluran digital seperti YouTube, Instagram, Facebook, Tiktok telah menjadi gerbang utama bagi masyarakat luas untuk mengenal sejarah. Di sisi lain, cara pengenalan sejarah ini memiliki tantangan khusus yaitu resiko berupa distorsi sejarah yang dikurasi oleh algoritma. Algoritma ini pada dasarnya merespon dari setiap kebiasaan pengguna (user) terutama dalam ranah media sosial dan internet. Permasalahan tersebut juga menjadi salah satu motivasi bagi penerbitan buku dalam memposisikan sejarah di dunia digital yang juga memiliki permasalahan pada titik tumpu dalam menghasilkan narasi, metodologi, hingga menghadirkan historiografi. Berbeda dengan sejarah dalam narasi hegemoni negara yang terpaku pada buku teks, sejarah dalam posisi publik ini melampaui batas-batas narasi tersebut, sejarah tidak lagi sebagai “antikuarian” melainkan menjadi hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Tujuan utama dari buku ini secara khusus yaitu menghadirkan kajian sejarah melalui perspektif publik. Definisi publik dalam buku ini meluas pada berbagai bentuk representasi sejarah pada ruang-ruang publik di Indonesia, mulai dari karya sastra, aktivitas komunitas, hingga sejarah pada narasi digital. Di samping itu, buku ini juga bertujuan untuk memberikan tantangan-tantangan metodologis dalam sejarah maupun publik pembaca yang memiliki ketertarikan dalam sejarah publik. Meluasnya konsep sejarah yang tidak antikuarian menjadi perspektif publik ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan strategi pembelajaran sejarah secara akademik maupun non akademik yang lebih inovatif, humanis, dan variatif. Pencapaian pembelajaran sejarah tersebut berupaya untuk menumbuhkan kesadaran sejarah yang kritis bagi pembaca yang juga turut serta di ruang publik dengan konten-konten yang dapat dipertanggung-jawabkan secara metodologis.
Kertas: Book Paper
Ukuran: B5 (17,5 x 25) cm
Halaman: 188 halaman
Soft Cover
Kertas: Book Paper
Ukuran: B5 (17,5 x 25) cm
Halaman: 188 halaman
Soft Cover
Penulis:
Editor :