Terbitan Jendela Hasanah

“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”

SENJA DI ISOLA: Sebuah Novel

Jaka bukan tokoh yang sempurna. Ia hanya seorang anak desa yang pernah takut, pernah tertinggal, pernah dipermalukan, pernah merasa kecil, dan pernah harus menyeberangi banyak jarak: jarak menuju sekolah, jarak menuju kota, jarak menuju ilmu, jarak menuju dunia, dan pada akhirnya jarak menuju dirinya sendiri. Dalam setiap penyeberangan itu, ia membawa bekal yang sederhana: doa orang tua, kerja keras, rasa malu yang pelan-pelan berubah menjadi keberanian, dan keyakinan bahwa manusia tidak boleh selesai hanya karena satu luka.

Novel ini disusun dalam lima bagian dan dua puluh lima bab. Namun yang paling penting bukan jumlah bagian atau babnya, melainkan nyala yang ingin dijaga di dalamnya. Nyala itu mungkin muncul dalam suara Emak yang sederhana, dalam nasihat Abah yang berakar pada sawah, dalam sunyi rumah nenek di batas kota, dalam nilai matematika yang perlahan naik, dalam bambu angklung yang terdengar sampai Eropa, dalam ruang kuliah, dalam halaman Isola, dan dalam senja ketika seseorang mulai bertanya kembali: untuk apa semua perjalanan ini?

Disadari ataupun tidak disadari bahwa hidup tidak selalu memberi jawaban dengan cara yang mudah. Kadang keberhasilan datang bersama kehilangan. Kadang gelar datang setelah orang-orang yang paling ingin kita bahagiakan telah lebih dulu kembali kepada Allah. Kadang pengabdian yang panjang tetap tidak membuat seseorang kebal dari luka. Tetapi justru di situlah manusia diuji: apakah ia masih sanggup menjaga cahaya, ketika angin datang dari arah yang tidak pernah diduga.

Ya, Jaka berbicara melalui perjalanannya sendiri. Biarlah pembaca menemukan sendiri bagian mana yang terasa dekat, bagian mana yang mengingatkan pada luka lama, dan bagian mana yang mungkin menyalakan kembali keberanian untuk melanjutkan langkah.

Satu hal pesan yang paling penting dalam  novel ini,  jangan pernah meremehkan cahaya kecil. Sebab dari cahaya kecil itulah seseorang bisa membaca buku di bawah lampu minyak. Dari cahaya kecil itulah seorang anak berani kembali ke sekolah. Dari cahaya kecil itulah seorang guru belajar untuk tidak melukai muridnya. Dari cahaya kecil itulah seorang manusia, di usia senja, masih berusaha menulis agar hidupnya tidak dikuasai gelap.

Spesifikasi Buku

Penulis: Dasim Budimansyah 

Cetak Warna Isi: black/white
Pembatas Buku
Wrapping Buku

Kertas: Book Paper
Ukuran: 14,8x 21 m (A5)
Halaman: 332 halaman
Soft Cover

Harga Khusus Pre-Order

Rp 99.000,-