“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Buku ini merupakan respons terhadap tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan di era digital. Tantangan adanya kesenjangan antara cara kita mengajar dan cara generasi baru belajar. Di satu sisi, sistem pendidikan yang ada masih banyak bertumpu pada pendekatan konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered learning). Di sisi lain, Generasi Z dan Alpha yang kini memenuhi ruang-ruang kelas adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi, terbiasa dengan akses informasi instan, dan memiliki gaya belajar yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya.T ransformasi pedagogi bukan sekadar tren akademik, namun merupakan keniscayaan yang didorong oleh data. Data menunjukkan rendahnya capaian PISA Indonesia, tingginya angka disengagement peserta didik, dan ketidaksesuaian antara kompetensi yang dihasilkan sistem pendidikan dengan tuntutan dunia kerja abad ke-21.
Tujuan utama penulisan buku ini adalah memberikan landasan teoritis yang kuat tentang evolusi paradigma pembelajaran; dan menawarkan strategi implementasi yang praktis dan kontekstual bagi para pendidik, pemimpin institusi pendidikan, serta pengambil kebijakan.
Pendekatan student-centered learning (SCL) yang menjadi inti pembahasan buku ini bukanlah konsep baru. Pendekatan ini telah ada dalam teori konstruktivisme Vygotsky, humanisme Rogers, dan pragmatisme Dewey sejak abad ke-20. Hal yang baru Adalah urhensinya. Dalam konteks pendidikan modern, SCL bukan lagi sekadar pilihan pedagogis, melainkan kebutuhan sistemik.
Buku ini disusun dalam delapan bab yang saling terhubung, mulai dari landasan teoritis hingga strategi implementasi dan refleksi ke depan. Setiap bab dirancang untuk dapat dibaca secara mandiri, namun memberikan pemahaman yang lebih utuh bila dibaca secara berurutan.
Book Paper BW
156 Hal ; 17,5 x 25 cm
Soft Cover
Penulis:
Warna: black/white
Pembatas Buku
Wrapping Buku