“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Judul buku ini bukan sekadar metafora. Ia adalah pernyataan yang ingin ditanamkan sebagai prinsip kerja: bahwa kinerja selalu bercerita, bahwa cerita itu selalu mengandung kebenaran yang lebih dalam dari angka-angka yang tercetak di laporan, dan bahwa tugas kita sebagai pemimpin, manajer, dan praktisi adalah mengembangkan kemampuan untuk mendengar cerita itu dengan jujur, termasuk bagian-bagian yang tidak menyenangkan untuk didengar.
Ketika kinerja buruk, dengarkan. Ia sedang memberitahu Anda sesuatu yang penting. Ketika semua angka tampak baik namun ada sesuatu yang terasa tidak beres, dengarkan. Intuisi itu sering merespons hambatan yang belum teridentifikasi secara formal. Dan ketika orang-orang terbaik Anda mulai pergi, dengarkan dengan sangat saksama, karena mereka sering pergi bukan karena tidak ada peluang yang lebih baik di luar sana, tetapi karena hambatan yang ada di sini sudah terlalu besar dan terlalu lama untuk diabaikan.
Semoga buku ini menjadi salah satu alat bantu yang berguna dalam perjalanan itu, dalam perjalanan menuju cara pandang yang lebih jujur, lebih dalam, dan lebih sistematis tentang mengapa kinerja sering gagal, dan keberanian untuk membenahi hambatan yang sesungguhnya.
Buku ini dibuka dengan sebuah harapan sederhana: bahwa pembaca akan memiliki cara pandang yang lebih jujur dan lebih dalam tentang hambatan kinerja, dan keberanian untuk membenahi yang sesungguhnya, bukan sekadar yang tampak. Jika harapan itu, meski sebagian kecilnya saja, sudah terpenuhi setelah Anda menutup halaman terakhir ini, maka buku ini telah menyelesaikan tugasnya.
Selamat melanjutkan perjalanan.
Book Paper BW
156 Hal ; 17,5 x 25 cm
Soft Cover
Penulis:
Warna: black/white
Pembatas Buku
Wrapping Buku