“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Penilaian dalam pandangan kurikulum modern dianggap memiliki fungsi yang sangat penting. Dalam banyak literatur penilaian dikatakan sebagai dasar bagi pengembangan pembelajaran. Dengan kata lain, penilaian menempatkan diri sebagai pemandu kegiatan pembelajaran. Baik buruknya pembelajaran akan sangat bergantung pada tepat dan tidak tepatnya penilaian yang dikembangkan. Bertemali dengan kondisi ini, penilaian dalam konteks pendidikan abad ke-21 haruslah diarahkan pada upaya membangun kompetensi abad ke-21. Kompetensi dimaksud meliputi kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi, serta kemampuan menguasai media teknologi informasi dan komunikasi. Menyikapi kondisi demikian, penilaian yang digunakan haruslah penilaian yang mengoptimalkan kerja otak dan bukan lagi penilaian yang sekadar hanya mengukur kemampuan ingatan ataupun pemahaman seseorang.
Apakah sebenarnya penilaian? Dalam konteks yang paling sederhana penilaian dipandang sebagai proses mengumpulkan data untuk membuat keputusan tentang berbagai dimensi pembelajaran. Dimensi-dimensi pembelajaran dimaksud meliputi hasil belajar siswa, proses pembelajaran, efektivitas kerja guru, dan efektivitas program pembelajaran secara lebih luas. Melihat definisi ini penilaian tidak lagi dipandang sebagai upaya yang dilakukan untuk menjustifikasi gagal atau berhasilnya siswa dalam belajar, melainkan harus lebih jauh dipandang sebagai upaya menjustifikasi efektivitas program pembelajaran yang dilaksanakan.
Jika pembelajaran mendalam merupakan konsep pendekatan pembelajaran yang saat ini ditawarkan di Indonesia, penilaian pun seyogyanya dikemas secara mendalam pula. Penilaian yang demikian tentu saja bukanlah penilaian yang asal-asalan. Guru harus merancangnya secara mendalam dan bertumpu pada kemampuan berpikir anak. Oleh karena itu, pemahaman secara khusus dan mendalam terhadap konsep penilaian mutlak dikuasai oleh guru. Inilah yang menjadi orientasi lahirnya buku ini.
Kertas: Book Paper
Ukuran: B5 (17,5 x 25) cm
Halaman: viii + 204 halaman
Soft Cover
Penulis:
Yunus Abidin, Sela Apriani, Hanipah Khoeriyah, Ai Patimah Sahra, Asep Saiful Alfazr, Djedjen, Gina Garnika Dwinita, Kokom Komalasari, Suzahra Salsabila, Fatimatuzzahro, Dini Novianti, Asep Heri, Ika Ismail Kayyis, Retna Hani Dafiska, Windi Nur Oktaviani, Hj. Candra Dewi Asih Pamungkas, Ira Rikmasari, Eva Siti Fauziyyah, Kris Nurnaningsih, Muhamad Andrian, Susi Sugiarti, Linda Yuliandini, Suci Ulfah Suhirwah, Tira Loviana
Warna: black/white
Pembatas Buku
Wrapping Buku