“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Bagian III buku Sosiologi Kewarganegaraan: Perspektif Nusantara dan Global mengajak pembaca memasuki “ruang mesin” pemikiran kewarganegaraan —ruang tempat ide-ide besar tentang warga negara dirumuskan, diperdebatkan, dikritik, dan ditransformasikan. Jika pada bagian-bagian sebelumnya kewarganegaraan dipahami sebagai praktik sosial dan realitas historis, maka pada bagian ini kewarganegaraan diperlakukan sebagai arena teoritik yang hidup, penuh ketegangan, dialog, dan kemungkinan.
Lima aliran besar—liberal, republikan, komunitarian, multikultural, dan feminis—dibahas bukan sebagai teori yang berdiri sendiri dan tertutup, melainkan sebagai lensa-lensa analitis untuk memahami siapa warga negara itu, apa hak dan kewajibannya, bagaimana relasinya dengan negara dan komunitas, serta nilai apa yang seharusnya menopang kehidupan bersama. Setiap teori hadir dengan janji, kelebihan, sekaligus keterbatasannya.
Teori liberal menegaskan martabat individu, hak asasi, dan rule of law. Teori republikan mengingatkan bahwa demokrasi membutuhkan kebajikan publik dan partisipasi aktif warga. Teori komunitarian mengembalikan kewarganegaraan pada akar sosialnya: komunitas, tradisi, dan solidaritas. Teori multikultural membuka mata kita bahwa kesetaraan formal tidak cukup tanpa pengakuan terhadap keragaman. Sementara itu, teori feminis menggugat asumsi-asumsi maskulin yang lama tersembunyi dalam konsep kewarganegaraan, dan menempatkan tubuh, relasi kuasa, serta etika kepedulian sebagai bagian sah dari diskursus kewargaan.
Kertas: Book Paper
Ukuran: 16 x 24 cm
Halaman: 266 Hal
Soft Cover
Penulis : Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si.
Editor : Prof. Dr. Sulistyarini, M.Si. & Dr. Abd. Rozak, M.Si.