“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Bagian IV buku ini, Bentuk-bentuk Kewarganegaraan Kontemporer, disusun sebagai respons atas perubahan tersebut. Bagian ini berangkat dari kesadaran bahwa teori-teori kewarganegaraan klasik—betapapun pentingnya—perlu dilengkapi dengan pemahaman baru tentang bagaimana kewargaan dipraktikkan dalam konteks dunia yang cair, terhubung, dan sering kali penuh ketegangan. Oleh karena itu, pembahasan dalam bagian ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga reflektif dan kontekstual, dengan mengaitkan perkembangan global dan pengalaman Indonesia.
Dalam bagian ini, pembaca diajak untuk menelusuri berbagai wujud kewarganegaraan kontemporer: kewarganegaraan digital yang dimediasi algoritma dan teknologi; kewarganegaraan keagamaan yang bergulat dengan isu moderasi, toleransi, dan moralitas publik; kewarganegaraan pasca-nasional yang lahir dari mobilitas manusia, kota global, dan rezim hak internasional; serta kewarganegaraan kosmopolitan yang menempatkan kemanusiaan sebagai horizon etis tertinggi. Setiap bentuk kewarganegaraan tersebut tidak diposisikan sebagai pengganti kewarganegaraan nasional, melainkan sebagai lapisan-lapisan baru yang memperkaya dan sekaligus menantang cara kita memahami menjadi warga negara.
Bagian IV ini juga disusun dengan kesadaran pedagogis. Ia dimaksudkan tidak hanya sebagai bahan bacaan akademik, tetapi juga sebagai sumber refleksi bagi mahasiswa, pendidik, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam memahami tantangan kewargaan masa kini. Di tengah menguatnya polarisasi, disinformasi, ekstremisme, dan krisis kepercayaan publik, pemahaman yang utuh tentang bentuk-bentuk kewarganegaraan kontemporer menjadi prasyarat penting bagi penguatan pendidikan kewarganegaraan dan Global Citizenship Education (GCED).
Kertas: Book Paper
Ukuran: 16 x 24 cm
Halaman: 440 Hal
Soft Cover
Penulis : Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si.
Editor : Prof. Dr. Sulistyarini, M.Si. & Dr. Abd. Rozak, M.Si.