“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Demokrasi selalu membawa sebuah janji besar: bahwa manusia dapat hidup bersama dalam kebebasan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat. Melalui demokrasi, kekuasaan dibatasi, rakyat memperoleh ruang untuk menentukan arah kehidupan bersama, perbedaan dapat disampaikan tanpa kekerasan, dan pergantian kepemimpinan dapat berlangsung melalui mekanisme yang disepakati. Namun, perjalanan demokrasi juga mengajarkan kepada kita bahwa keberadaan institusi dan prosedur belum dengan sendirinya menjamin hadirnya kehidupan publik yang adil, beradab, dan manusiawi. Pada titik inilah pertanyaan tentang demokrasi menjadi lebih dalam: bukan hanya bagaimana kekuasaan diperoleh, melainkan bagaimana kekuasaan dijalankan; bukan hanya apakah warga memiliki suara, melainkan apakah suara itu disertai tanggung jawab; dan bukan hanya apakah keputusan telah dibuat secara sah, melainkan apakah keputusan tersebut memuliakan manusia dan menghadirkan keadilan.
Buku Demokrasi Membutuhkan Pancasila: Dari Democracy Needs the Humanities Menuju Democracy Needs Pancasila hadir dari kegelisahan tersebut. Buku ini mengajak pembaca memasuki demokrasi dari wilayah yang kerap luput ketika perhatian terlalu terpusat pada prosedur dan kelembagaan, yakni wilayah manusia, moralitas, pendidikan, keadaban publik, dan tanggung jawab kewargaan. Dengan cara itu, pembahasan tentang demokrasi dibawa kembali kepada pertanyaan yang sangat mendasar: manusia seperti apa yang dibutuhkan agar demokrasi dapat hidup secara bermakna? Selamat membaca.
Kertas: Book Paper
Halaman: 262 Hal
Ukuran: 16 x 24 cm
Soft Cover
Penulis : Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si.
Editor : Dr. Sadono Sriharjo, S.T., M.M.
Kata Pengantar:
Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.IP., S.A.P., S.Pd., M.H., M.Si., CPM.