Terbitan Jendela Hasanah

“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”

Jalan Takdir

Buku yang berada di tangan Anda ini—sama seperti buku pertama dan kedua—lahir dari perenungan tentang hal-hal kecil yang sering kali luput dari perhatian kita: kemauan untuk berubah, kepekaan untuk menghargai, pengabdian kepada orang tua, keteguhan terhadap janji, dan pengorbanan.

Dengan novela ini, kita diajak menyelami perjalanan hidup Mudakhkhin. Sebuah nama yang menjadi prasasti perjuangannya menundukkan ego dan melepaskan kebiasaan merokok. Rasa syukur yang meluap tidak hanya datang darikesehatan yang ia dapatkan kembali, tetapi juga dari pintu rizki yang kini terbuka lebar. Pekerjaan di tempat impiannya—yang dahulu sempat menolaknya lantaran ia masih bergelut dengan asap rokok—kini justru menyambutnya dengan tangan terbuka. Perjalanan Mudakhkhin adalah bukti nyata bahwa pengejawantahan taqwa berupa ikhtiar membenahi diri selalu membawa keberkahan dan rizki yang tak terduga.

Di sisi lain, novel ini juga merajut keindahan rasa empati melalui sudut pandang Raqi. Sebuah peristiwa di hari Jumat—ketika Raqi menolak tawaran Ketua DKM untuk menjadi khatib—bukanlah sebuah bentuk ketidakhormatan. Sebaliknya, penolakan itu lahir dari kedalaman hati yang memahami arti menghargai orang lain. Bagi Raqi, sekecil apapun amanah atau tugas seseorang, di sanalah tersimpan jati diri, harga diri, dan martabat profesinya. Mengambil alih posisi khatib berarti berisiko merampas ruang keberadaan orang lain di masyarakat. Sebuah pelajaran berharga tentang bagaimana kita seharusnya menjaga jati diri, harga diri, dan profesi sesama manusia. Selamat Membaca.

Spesifikasi Buku

Kertas: Book Paper
Ukuran: A5 (14 x 20) cm
Halaman: xii + 102 halaman
Soft Cover

Penulis: 
Deni Wardana

Editor:
Meisy Isnawan Hadiatusolihah

Warna: black/white
Pembatas Buku
Wrapping Buku

Harga Khusus Pre-Order

Rp 55.500,-