“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Buku ini lahir dari kegelisahan, refleksi panjang, serta perenungan mendalam atas realitas generasi muda kita hari ini. Di tengah kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, serta perubahan sosial yang begitu cepat, kita menyaksikan fenomena yang memerlukan perhatian bersama: krisis literasi melemahnya karakter, menurunnya empati, dan berkurangnya keteladanan.
Judul Jangan Ambil Surgaku, Refleksi Pendidikan Karakter Berbasis Literasi, bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah simbol suara hati generasi muda yang mendambakan rumah yang hangat, sekolah yang ramah, guru yang menginspirasi, orang tua yang mendengar, serta masyarakat yang peduli. Surga bagi mereka bukan tentang kemewahan, melainkan tentang rasa aman, cinta, penghargaan, dan kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang bermakna. Sebagai bagian dari ikhtiar mendukung semangat Gerakan Literasi Nasional, buku ini disusun dengan pendekatan literasi yang holistik, tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga literasi moral, literasi emosi, dan literasi kehidupan.
Buku Jangan Ambil Surgaku terdiri dari 3 Seri. Seri pertama menghadirkan pemahaman tentang defenisi, hakikat surga, asal muasal surga, dan manusia sebagai mahluk surga. Serta berbagai perspektif pengertian surga dalam kehidupan sebagai simbol harapan dan masa depan generasi bangsa. Dimana keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara umum sangat berpengaruh terhadap pembentukan perspektif surga pada anak.
Kertas: Book Paper
Ukuran: B5 (18,2 x 25,7) cm
Halaman: x + 222 halaman
Soft Cover
Penulis: R. Yulia Yulianti, M.Pd.
Editor: Muhammad Fawwaz
Sampul: Muhammad Fawwaz
Pracetak: Nurandina Warsyah Putri
Warna: black/white
Pembatas Buku
Wrapping Buku