“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Ketika bencana terjadi, bantuan tidak hanya bergerak melalui gudang, kendaraan, dan struktur yang telah disiapkan. Ia juga bergerak melalui warung, kampus, rumah ibadah, komunitas, perusahaan, pengemudi lokal, jaringan pertemanan, dan orang-orang yang menggunakan apa yang mereka miliki untuk membantu. Dari penggalangan dana dan pembelian barang hingga pencarian kendaraan, informasi, akses, dan pihak yang dipercaya, terbentuk sebuah kapasitas respons yang nyata—meskipun sering tidak terlihat dalam rencana, daftar aset, struktur koordinasi, maupun laporan resmi. Buku ini menyebut fenomena tersebut sebagai shadow logistics.
Melalui pengalaman lapangan, pembelajaran operasional, dan sejumlah konsep yang dekat dengan praktik di Indonesia, buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana jaringan tersebut bekerja, mengapa ia penting, serta risiko yang muncul ketika bantuan bergerak tanpa informasi dan koordinasi yang cukup. Buku ini tidak menawarkan cara untuk membirokratisasi solidaritas masyarakat, melainkan menunjukkan bagaimana kontribusi yang spontan dapat bergerak dengan lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab—serta bagaimana sistem formal dapat lebih siap mengenali, memperhitungkan, dan membuka ruang bagi kapasitas yang muncul ketika masyarakat memilih untuk membantu. “Bantuan tidak hanya bergerak karena sistem yang disiapkan, tetapi juga karena orang-orang biasa memutuskan untuk menggunakan apa yang mereka punya.”
Kertas: Book Paper
108 Hal ; 17,5 x 25 cm
Soft Cover
Cetak: black/white
Wrapping Buku
Penulis: Yogi Mahendra