“Membaca dan Menulis bukan seruan saya, tetapi seruan Tuhan, maka ayo kita membaca dan menulis.”
Buku yang berada di tangan pembaca ini lahir dari sebuah kegelisahan intelektual yang sudah lama menggoda: mengapa dua bangsa yang berbagi akar sejarah, bahasa, dan peradaban yang sama — Indonesia dan Brunei Darussalam — memilih jalan yang begitu berbeda dalam membangun ideologi negaranya? Mengapa Indonesia memilih Pancasila dengan lima silanya yang inklusif dan pluralis, sementara Brunei memilih Melayu Islam Beraja (MIB) dengan tiga pilarnya yang eksplisit dan monolitik? Kemudian, yang lebih penting adalah menjawab pertanyaan: “apa yang dapat kita pelajari dari perbedaan itu?”
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar pertanyaan akademis yang menarik untuk diperdebatkan di ruang seminar. Mereka adalah pertanyaan yang menyentuh inti dari identitas dua bangsa serumpun — pertanyaan tentang siapa kita, apa yang kita percayai, dan bagaimana kita ingin diperlakukan satu sama lain di masa depan. Di tengah dinamika Asia Tenggara yang semakin kompleks, di mana tantangan radikalisme, globalisasi budaya, perubahan iklim, dan transformasi ekonomi digital mengancam kohesi sosial di banyak negara, memahami fondasi ideologi negara-negara di kawasan ini menjadi semakin penting dan mendesak.
Buku referensi ini kami persembahkan kepada segenap pembaca yang meyakini bahwa memahami bangsa lain adalah jalan untuk memahami bangsa sendiri secara lebih utuh. Kajian perbandingan antara Pancasila Indonesia dan Melayu Islam Beraja Brunei Darussalam ini lahir dari keyakinan bahwa dua ideologi negara yang tumbuh dari akar peradaban Melayu-Islam yang sama layak ditelaah secara jernih dan berimbang, bukan untuk mencari mana yang lebih unggul, melainkan untuk menghargai kekayaan pilihan sejarah yang ditempuh oleh dua bangsa serumpun dalam menjawab pertanyaan yang sama tentang identitas dan kedaulatan. Semoga karya ini menjadi jembatan bagi akademisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, dan siapa pun yang mencintai sejarah Asia Tenggara, untuk terus merawat dialog, toleransi, dan solidaritas Melayu-Islam yang telah teruji oleh zaman. Selamat membaca.
Book Paper BW
274 Hal ; 18,2 x 25,7 cm
Soft Cover
Warna Cetak Isi: black/white, Bookpaper 57gram
Pembatas & Wrapping Buku
Penulis:
Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd.,
Dr. Haji Tassim Bin Haji Abu Bakar,
Assoc. Prof. Dr. Hj. Awang Asbol Bin Haji Mail,
Dr. Faujian Esa Gumelar, M.Hum.
Editor :
Maulana Noor Fajri Al Hajar, M.Pd.